ketika Suatu saat kau memisahkan kami karena suatu alasan yang seharusnya ijinkan aku tuk selalu ada di hatinya, ijinkan aku tuk selalu ada disetiap langkahnya, ijinkan aku tuk selalu ada di dalam mimpinya karena setiap langkahku, tidurku, dan hari-hari ku selalu ada dirinya dirinya yang pernah mengisi relung hatiku, dan menghiasi hari-hariku dengan senyumnya yang takkan pernah aku lupakan dan takkan pernah tergantikan sampai kapanpun.
Dialah yang selalu mengerti tentang apa yang aku rasakan..
Sifat manjanya yang selalu mengajarkan aku tuk selalu bersabar dan mengajarkan aku tuk lebih mengayominya..
Sifat sabarnya mengajarkan aku tuk selalu bersabar dalam menghadapi semua..
Sifat dewasanya mengajarkan aku tuk bisa menerima dengan bijaksana...
Sifat tegarnya mengajarkan aku tuk bisa menjalani hari dengan lebih kuat dan tidak akan ada lagi air mata yang jatuh..
Sifat mandirinya mengajarkan aku tuk tidak bergantung terhadap orang lain..
Dialah yang mengajarkan aku banyak hal, mengajarkan aku menghargai orang lain, mengajarkan aku tuk menerima kekurangan orang lain, mengajarkan aku tuk bersikap lebih baik..
Dialah pendengarku disaat aku tidak didengar, dia menghargaiku disaat aku tidak dihargai, dia menemaniku disaat aku sepi, dia adalah tiangku agar aku dapat berdiri tegak kembali ketika aku terjatuh...
Aku ingin memilikinya untuk selamanya, namun itu semua hanya sebatas mimpi, mimpi yang tak akan pernah dapat kugapai. karena... hanya Tuhan dan kami yang tahu...
tuhan, ketika ia tidak bisa bersama-sama dengan ku lagi seperti sedia kala, aku mohon Tuhan agar kau selalu membuatnya tersenyum, bahagia. walau aku sudah tidak disisinya namun hati, jiwa dan doaku selalu dihatinya....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar