Sabtu, 12 Juni 2010

ANTARA CINTA DENGAN PERSAHABATAN

Bahagia saat melihat dia gembira..
Tersenyum saat melihat senyumannya..
Sedih saat melihat dia menangis..
Senang saat melihat dia tertawa..

Ungkapan di atas merupakan isi perasaan seorang sahabat. Ingatlah kapan terakhir kali kita berada dalam kesulitan? Siapa yang berada disamping kita? Siapa yang menyanyangi kita saat kita merasa tidak dicintai? Mereka adalah sahabat sahabat kita yang mengerti kita.

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan, tetapi itu yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan tidak terjalin secara otomatis, tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan pisau.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, diibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya dia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah memberi pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang sangat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan baru kita memiliki motivasi, mencari perhatian, pertolongan, dan pernyataan kasih dari orang lain. Tetapi justru dia mempunyai pikiran untuk memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati oleh sahabatnya sendiri.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain : masalah bisnis, tidak saling terbuka, kehilangan kepercayaan, perubahan perasaan antara lawan jenis, dan tidak saling setia antara dirisendiri dan sahabat. Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji motivasinya.

Semakin banyak orang yang terjebak dalam persoalan hidup yaitu antara cinta dan persahabatan yang mereka percaya, dimana setiap pilihan yang dipilih adalah kenyataan yang harus dihadapi dengan rasa tanggungjawab masing-masing pilihannya. Apakah kita yakin dengan pilihan yang kita pilih atau kita terjebak dengan situasi pilihan tersebut. Yang namanya cinta, pertemanan, dan prinsip hidup adalah suatu nilai hidup yang baik. Ada kalanya semuanya bisa dijalankan dengan seiring sejalan dan bergandengan, tetapi ada juga saatnya dimana kita hanya dihadapkan pada satu pilihan saja atau malah nilai-nilai tersebut terjual dan hilang begitu saja tanpa makna.

Ketika orang membicarakan konsep nilai-nilai percintaan maka akan terlihat suatu rasa memiliki didalamnya, begitu juga rasa memiliki didalam nilai persahabatan bisa menjadi berlebihan dan berbalik mengajar nilai-nilai kebaikan yang tertanam sebelumnya.

Persahabatan dengan cinta adalah salah satu teman terbaik karena dimana ada cinta, persahabatan selalu berada didekatnya. Dan dimana persahabatan berada, cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan persahabatan. Suatu hari persahabatan berpikir bahwa cinta bisa membuat dirinya tidak mendapatkan perhatian lagi, karena persahabatan menganggap bahwa cinta lebih menarik daripada dirinya. “Seandainya tidak ada cinta, mungkin aku bisa lebih terkenal, dan lebih banyak orang yang memperhatikan aku.” Kata persahabatan.

Sejak saat itu persahabatan menjauh dari cinta. Saat cinta mencoba bermain bersama persahabatan seperti biasa, persahabatan selalu menjauhi cinta. Jika cinta bertanya alasan mengapa persahabatan menjauhi dirinya, persahabatan hanya memalingkan wajahnya dan beranjak pergi meninggalkan cinta. Kesedihan menghampiri cinta, dan cinta tidak sanggup menahan air matanya dan menangis. Kesedihan hanya dapat memandangi cinta yang kehilangan teman baiknya. Beberapa hari tanpa cinta, persahabatan mulai bergaul dengan kecewa, putus asa, kemarahan, dan kebencian.
Persahabatan mulai kehilangan sifat manisnya dan orang-orang mulai tidak menyukai persahabatan. Persahabatan mulai dijauhi dan tidak lagi disukai, karena meskipun persahabatan cantik, tetapi sifatnya mulai menyebalkan. Persahabatan menyadari bahwa dirinya tidak lagi disukai karena banyak orang yang menjauhinya.

Persahabatan mulai menyesali keadaannya, dan saat itulah kesedihan melihat persahabatan, dan menyampaikan kepada cinta bahwa persahabatan sedang menyesali keadaannya. Dengan segera cinta menghampiri dirinya, dengan air mata yang menetes persahabatan mengungkapkan penyesalannya karena telah meninggalkan cinta dan menjauh dari cinta.

Singkat cerita persahabatan dan cinta kembali berteman baik. Persahabatan kembali menjadi pribadi yang menyenangkan dan cinta kembali tersenyum ceria. Semua orang melihat kembali kedua teman baik itu sebagai berkat dan Anugerah dalam kehidupan. Sering kali banyak orang yang mencoba untuk memisahkan antara persahabatan dan cinta, karena mereka berfikir kalau persahabatan sudah dibumbui dengan cinta pasti akan jadi sulit. Terutama bagi mereka yang menjalin persahabatan antara pria dan wanita.

Apa sih sesungguhnya persahabatan, mungkin kalau persahabatan dengan sesama jenis tidak terlalu banyak menimbulkan pertanyaan tapi bagaimana kalau kemudian menjalin persahabatan dengan lawan jenis, apa mungkin bisa murni disebut persahabatan?
Ada yang mengatakan bahwa tidak ada namanya pria ataupun wanita tulus bersahabat dan kalaupun ada pasti sangat langka, karena persahabatan dengan lawan jenis sangat berisiko, bisa jadi pemikiran ini terlalu licik, mungkin sebagian orang akan berkata “biasa-biasa aja, yang penting tergantung niat” ada yang mengatakan lebih enak punya sahabat lawan jenis terutama wanita yang mempunyai sahabat pria yang mengatakan “menjalin persahabatan dengan pria bisa di manja, pria lebih bisa menjaga rahasia daripada wanita” atau alasan lain yang menyebutkan bahwa menjalin persahabatan dengan lawan jenis lebih menyenangkan daripada yang sesama jenis.

Tapi faktanya persahabatan dengan lawan jenis ini memang sangat berisiko memunculkan bentuk baru yang melebihi dari “persahabatan murni” itu sendiri. Ujung-ujungnya ternyata ada perasaan lain yang muncul ketika sedang menjalin persahabatan dengan lawan jenis, ada perasaan yang lebih, perasaan cinta, takut kehilangan, ketergantungan, atau yang lainnya yang menjadikan perasaan itu hadir sebagai sebuah bentuk cinta. Banyak kasus “cinta” ini jadi membuat orang berubah, mungkin saat masih menjalin persahabatan tidak ada menjaga image, atau marah-marah menuntut ini itu, tapi setelah perasaan itu hadir, maka presepsi kita terhadap “sahabat” jadi berubah seiring dengan perubahan dari bentuk hubungan itu sendiri.

Sebenarnya, persahabatan dengan lawan jenis tidak jauh berbeda dengan sesama jenis. Secara umum, kegiatan yang dilakukan dalam persahabatan lawan jenis ini mirip dengan persahabatan sesama jenis. Punya sahabat lawan jenis pun bisa memberi hal-hal yang enggak bisa didapat dari sahabat sesama jenis. Punya sahabat cewek atau cowok sebenarnya sama enaknya. Tapi, cara mereka mengisi itu berbeda. Kalau sahabat cowok paling asyik untuk diajak nongkrong atau jalan. Tapi, biasanya jarang ngobrol banyak. Nah, kalau sahabat cewek paling enak untuk jadi teman ngobrol atau mencari solusi buat masalah kita. sahabat cowok punya nilai plus lain dari sahabat cewek. Sahabat cowok bisa melindungi kita dengan cara yang beda dari sahabat cewek. Sebenarnya enaknya, sih, sama saja. Intinya, kan, mereka sahabat kita juga. Tapi... caranya sahabat cowok melindungi dan menyayangi kita beda, deh, dari sahabat cewek.

Berdasarkan pengalaman selama ini, cowok dan cewek sebenarnya bisa bersahabat. Hanya, sayangnya, hanya sedikit cowok yang benar-benar mau tulus bersahabat kebanyakan, cowok sih ada maunya! Mereka kan punya prinsip, “Yang penting temanan dulu, barulah dari situ bisa diprospek jadi pacar.” Dan, sayangnya lagi, sebagian besar orang belum bisa menerima bentuk persahabatan lintas gender seperti itu. Persahabatan antara cowok dan cewek selalu diartikan sebagai bentuk “jalan bareng” atau “pacaran” yang pasti tidak mungkin benar-benar murni dilandasi pertemanan, pasti ada maksud-maksud tertentu di situ.

Menjalin persahabatan dengan lawan jenis memang sah-sah saja. Bahkan tak sedikit wanita yang lebih memilih kaum pria sebagai tempat curhat daripada rekan-rekan wanita yang dinilainya lebih suka "bergosip ria" atau tidak bisa dipercaya. Begitu juga sebaliknya, tak sedikit pria yang lebih memilih bersahabat dengan rekan wanita, yang salah satu alasanya mungkin untuk bisa mendapatkan pandangan lain dari sudut lawan jenis.

Namun, terlepas dari apapun alasan nya, tak jarang persahabatan seperti ini dinilai lain oleh masyarakat. Karena terlalu dekatanya dan sering kali bertemu, tidak jarang pasangan sahabat ini dikira pasangan yang tengah dimabuk asmara. Tapi bagaimana bila penilaian ini terlontar pada persahabatan di mana keduanya sudah mempunyai pacar atau pasangan hidup resmi, istri atau suami? Kalo hal ini terjadi salah-salah bisa memacu konflik besar yang akan mengarah pada perceraian.
Tidak ada yang bisa menyangkal, terkadang persahabatan seseorang bisa membuat iri banyak orang. Bayangkan dia sepertinya punya tempat yang akan dengan setia menjaga dan menampungnya. Persahabatan itu sendiri dibangun dari saling kepercayaan yang tinggi dan saling mengerti tanpa harus dibicarakan atau diutarakan terlebih dahulu. Tidak hanya itu selain menjadi tempat berkeluh kesah dan adu argumentasi, sahabat adalah orang yang bisa paling jujur di dunia untuk mengomentari segala hal tentang anda walaupun akan menyakitkan kita sekalipun.
Namun, tampaknya persahabatan yang kita bangun ini akan menjadi ancaman bila pacar atau pasangan resmi sahabat kita kurang mengerti dengan bentuk persahabatan yang kita jalani. Salah-salah karena kita sering sekali meminta saran untuk segala kegiatan hidupnya, mulai karier hingga keluarganya, kita akan dikira memasuki teritorial orang lain. Dalam arti, pasangan resmi sahabat kita mungkin saja akan merasa menjadi orang nomor dua dalam hidup pasangannya dan tidak menerimanya.
Satu hal lagi yang akan semakin membuat keadaan parah adalah bisa-bisa sahabat kita cenderung mengeksekusi sesuatu hal berdasarkan gagasan kita. "Jangan-jangan istriku itu berselingkuh dengan sahabatnya", pikiran tersebut mungkin saja akan terlontar pada benak pasangan resmi sahabat kita.

Bila dilihat, persahabatan yang kita bangun ini bukan waktu yang singkat. Kita sudah mengenalnya jauh hari sebelum sahabat kita mengenal dan bahkan menikah dengan pria atau wanita pujaannya. Namun itulah realitas hidup. Jalinan persahabatan yang "beda" pun sebenarnya sudah bisa ditangkap dengan kasat mata. Yakni jika seseorang "punya hati" terhadap sahabatnya maka bisa dibaca lewat gerak geriknya, cara memandang, pemilihan kata-kata bahkan kadang sikap salah tingkah, sedikit banyak menunjukkan bahwa dia berharap banyak dari sekedar persahabatan.

Jadi, gimana cara untuk menjaga persahabatan dengan lawan jenis ini agar tidak mengarah pada perselingkuhan dan tetap bisa berlansung lama? Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi persahabatan dengan lawan jenis:
1. Yang pasti, sejak awal luruskan niat terlebih dahulu. Pasalnya persahabatan yang dimulai dengan niat yang tidak benar bisa saja mengarah pada perselingkuhan. Awali persahabatan dengan sungguh2 karena ada kesamaan sifat, pandangan, hobi, selera dan sebagainya. Bukan karena tujuan ingin menjadikan sebagai pacar setelah merebut simpatinya.
2. Harus ada kepercayaan. Apapun yang diceritakan sahabat karena dia menganggap Anda bagia dari hidupnya. Mengkhianati kepercayaan nya berarti Anda sudah bosan dengan pertemanan itu dan bersiap mencari musuh.
3. Tetap profesional bila bersahabat dengan rekan kantor. Dan persahabatan yang baik adalah persahabatan yang tidak bakal mengorek "isi perut" Anda.
4. Menjaga privasi masing-masing. Jangan intervensi dalam masalah sahabat
5. Kenali pasangan masing-masing dan tekankan bahwa tidak semua hal bisa diceritakan kepada sahabat
6. Jangan posesif.
7. Keterusterangan itu kadang menyakitkan.
8. Berpikir dan bertindak positif. Jika mengobrol tentang suatu hal, arahnya bukan mencela, tapi mendiskusikan, dengan begitu seseorang dapat membangkitkan rasa percaya diri sahabatnya.
Bagi yang sedang menjalin Persahabatan penuhilah Persahabatanmu dengan Cinta, berikanlah Cinta yang terbaik untuk sahabatmu
Bagi yang sedang mengalami masalah dalam Persahabatan jangan salahkan Cinta tetapi cobalah perbaiki Persahabatanmu dengan Cinta, karena Cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Bagi yang belum mengerti arti Persahabatan cobalah memulai sebuah Persahabatan, karena dengan Persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti, bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi sesuai dengan keinginan kita.
Bagi yang sedang kecewa dengan Persahabatan renungkanlah, Apakah kita sudah menjalani Persahabatan dengan benar? dan cobalah memahami arti Persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kedewasaan, lemahlmbutnya dan segala hal yang baik akan engkau temui dalam persahabatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar